Apa Itu Diri Sejati?

Satu ungkapan yang sering diungkapkan para pejalan spiritual mengenai tujuan lakunya adalah “MENGENAL DIRI SEJATI”. Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Diri Sejati?

 

Ada dua pengertian dari Diri Sejati:

Pengertian pertama: Esensi setiap diri, yaitu Sang Spirit/Atman/ Sukma Sejati/Roh Kudus. Inilah Sang Kehidupan yang menjadi dasar seluruh keberadaan. Terminologi Diri Sejati menjelaskan bahwa setiap pribadi pada dasarnya adalah emanasi/pengejawantahan dari Hyang Suwung/Gusti/Tuhan. Sang tanpa batas itulah yang menjadi Sumber Hidup sekaligus berperan sebagai Kecerdasan Tertinggi, Mahadaya dan Kesadaran Murni di dalam diri. Pada dimensi inilah semua manusia bahkan semua keberadaaan sejatinya satu: sebuah kesatuan dalam cakupan kuasa ketuhanan yang tanpa batas. Bahwa kita sejatinya adalah pengejawantahanNya, wajah-Nya yang nyata. Diri Sejati dalam pengertian ini, bisa berperan sebagai penuntun agung bagi setiap jiwa. Tuntunan-Nya muncul saat kita memasuki keheningan. Maka Ia bisa kita juluki juga sebagai Sang Guru Sejati.

Pengertian Kedua: Pribadi kita dalam capaian kesadaran yang tertinggi. Disadari bahwa jiwa mengalami perjalanan yang demikian panjang, dengan keadaan kesadaran yang dinamis. Maka Diri Sejati menjelaskan keberadaan sang jiwa saat berada di dimensi paling luhur dan paling mencerminkan karakter ketuhanan. Ada manusia yang mencatatkan sejarah kehidupannya di bumi sebagai manusia bertubuh material, pernah menjalani keberadaannya sebagai entitas luhur di dimensi kasanghyangan. Atau sesungguhnya jiwanya termasuk jejer manungsa kawitan yang menjadi induk dari jiwa-jiwa lainnya. Diri Sejati dalam pengertian seperti ini tentu punya nama: nama saat jiwa masih ada di dimensi luhur dengan kesadaran murni. Mengakses nama ini bisa menjadi kunci untuk masuk kepada kesadaran tertinggi Sang Jiwa: mengunduh data kesadaran yang dimiliki sang jiwa.

 

Cuplikan dari buku Suwung, The Science of Truth

 

Share:

You may also like