Kelahiran di Planet Bumi adalah bagian dari proses evolusi setiap jiwa menuju kesempurnaannya. Pembelajaran yang telah dialami setiap jiwa di kehidupan sebelumnya tentu saja berbeda-beda.
Itu yang menentukan apa yang akan dialami dan dipelajari setiap orang dalam kehidupannya di saat ini. Ini pula yang membuat setiap pribadi selain punya misi jiwa yang umum juga punya misi pribadi yang unik.
Sekarang kita bahas misi jiwa yang umum dan cenderung sama pada setiap orangnya. Yang pasti, misi jiwa yang pertama adalah meningkatkan capaian dalam hal kesadaran dan pencerahan sehingga jiwa mendekati bahkan meraih keadaan bali marang sangkan paraning dumadi. Setiap pribadi perlu menyadari capaian di kehidupan lampaunya dan berupaya meningkatkan pencapaian itu dalam kehidupan saat ini. Dalam hal ini, orientasi dari pembelajaran setiap jiwa adalah mencapai kejernihan pada berbagai aspek: tubuh fisik, tubuh emosi, tubuh energi, tubuh karma dan tubuh pengetahuan.
Misi jiwa yang kedua, dalam terminologi Jawa, dinyatakan sebagai hamemayu hayuning bawana. Bawana atau jagad raya ini adalah tempat kita bertumbuh berkembang. Lebih spesifik, kita hidup dan belajar di Planet Bumi yang menjadi bagian dari jagad raya. Di sini jiwa mendapatkan segenap unsur yang membentuk tubuhnya: air, api, tanah dan udara. Setiap saat jiwa yang telah berbungkus badan material juga mendapatkan pasokan energi udara lewat bernafas, energi tanah lewat makanan yang mengandung saripati tanah, energi air lewat minuman, dan energi api lewat limpahan sinar matahari. Kita semua jiwa-jiwa yang tengah berevolusi menuju kesempurnaan dan belajar di Bumi, didukung dan diayomi oleh Sang Ibu Bumi – yang dalam bahasa lain disebut sebagai Ibu Pertiwi, Mother of Earth atau Mother Gaia. Maka, sewajarnya setiap jiwa ikut melestarikan keindahan Planet Bumi yang menjadi tempat kehidupan dan pembelajarannya sekaligus berterimakasih kepada Sang Ibu Bumi yang telah menjalankan tugas pengayoman kepada semua penghuni Bumi. Inilah arti dari Hamemayu Hayuning Bawana (memperindah jagat yang sejatinya telah indah).
Karena kita hidup di bumi maka kita fokus memperindah bumi yang sejatinya telah indah. Misi kita adalah tempat di mana Bumi bisa menjadi tempat pembelajaran yang indah bagi jiwa-jiwa yang berhasrat menemukan kesempurnaan jiwanya. Dan saat kita menemukan Bumi yang telah penuh luka akibat angkara murka manusia yang lupa akan misi jiwanya, maka tugas kitalah untuk memulihkan dan menyembuhkan segenap luka itu.
Cuplikan dari buku Suwung, The Science of Truth