KBRN, Jakarta: Penerbit Mahadaya menyelenggarakan acara bedah buku terbaru karya Setyo Hajar Dewantoro yang berjudul ‘Tetap Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-Baik Saja, Art of Happiness Made in Indonesia’ di Auditorium Yusuf Ronodipuro, RRI Jakarta. Acara ini bertujuan untuk menginspirasi masyarakat dalam memahami kebahagiaan sejati di tengah kehidupan modern yang penuh tantangan.
Direktur Penerbit Mahadaya, Ficky Yusrini, menegaskan bahwa melalui acara ini, pihaknya ingin menekankan bahwa kebahagiaan bukan hanya soal pencapaian materi, tetapi juga rasa syukur dan harmoni dalam kehidupan sehari-hari.
“Jadi, acara ini adalah bedah buku dan pentas musik kebahagiaan. Tema utamanya memang bahagia, karena buku ini berjudul Tetap Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-Baik Saja, Art of Happiness Made in Indonesia. Kebahagiaan adalah sesuatu yang sangat dirindukan oleh semua orang,” ujar Ficky Yusrini, Rabu (19/2/2025).
Buku ini menggali nilai-nilai luhur Nusantara, memperkenalkan filosofi hidup yang kaya, serta cara menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Setyo Hajar Dewantoro, sebagai penulis buku, merupakan seorang guru meditasi, pembimbing spiritual, entrepreneur, dan aktivis sosial-politik.

Dalam acara ini, ia membahas filosofi kebahagiaan sejati serta memberikan wawasan dalam menghadapi tantangan hidup guna mencapai ketenangan batin.
Selain itu, Ficky Yusrini menyampaikan bahwa acara bedah buku ini memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
– Memperkenalkan buku Tetap Bahagia Meski Hidup Tidak Baik-Baik Saja, Art of Happiness Made in Indonesia kepada masyarakat luas.
– Menginspirasi peserta untuk memahami perbedaan antara kesenangan sementara dan kebahagiaan sejati.
– Menggali dan memperkenalkan nilai-nilai luhur Nusantara agar dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
– Meningkatkan kesadaran masyarakat akan filosofi hidup Nusantara yang kaya dan mendalam.
– Membangkitkan semangat peserta untuk menemukan makna hidup dan berkontribusi bagi bangsa.
Ficky Yusrini menambahkan bahwa banyak tantangan dalam kehidupan yang membuat seseorang sulit untuk bahagia. Namun, kebahagiaan sejati dapat diraih dengan cara mengubah pola pikir, cara pandang terhadap masalah, serta merespons tantangan hidup dengan sikap yang lebih positif.
“Banyak orang yang terjebak dalam masalah-masalah hidup. Dari mulai masalah keuangan, masalah relationship, dan tantangan hidup adalah sesuatu yang kita temui setiap hari. Semua itu bisa membuat kita sulit untuk bahagia,” kata Ficky.
“Namun, dalam situasi apa pun, kita sebenarnya bisa tetap bahagia dengan cara mengubah pola pikir kita dan melihat sisi manis dari setiap peristiwa. Kita diajarkan untuk selalu bersyukur atas segala kejadian, karena sejatinya, setiap pengalaman hidup adalah anugerah,” sambungnya.
Dengan terselenggaranya acara ini, Penerbit Mahadaya berharap masyarakat dapat lebih memahami dan menerapkan konsep kebahagiaan sejati dalam kehidupan sehari-hari serta menjunjung tinggi kearifan lokal yang telah diwariskan oleh leluhur Nusantara.
Oleh: Alwan Shaddam
Sumber:
RRI Jakarta
https://rri.co.id/daerah/1335657/penerbit-mahadaya-bedah-buku-setyo-hajar-dewantoro-di-rri-jakarta